Tampilkan postingan dengan label BRANDING. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BRANDING. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Oktober 2016

Adu Branding Andika VS Embay

Unknown
Untuk posisi Calon Wakil Gubernur Banten pada Pilkada 2017 terlihat lebih jelas daripada personal branding Wahidin dan Rano. Personal Branding Andika terlihat dari aktivity brand yang dilakukan selama ini. Andika dibranding sosok anak muda yang low profile,anak muda ganteng yang bisa diajak untuk melakukan pembenahan, kendati dia dikait-kaitkan dengan kasus Ibunya, Ratu Atut Chosiyah. Namun dengan masuk ke area kaum urban, kelas menengah stylish stigma buruk itu tidak memiliki pengaruh yang kuat. Meski masih ada riak-riak yang muncul ke permukaan.

Disinilah peran strategis tim Andika untuk mengcreate agar Andika bisa menjadi diri sendiri. Bayang-bayang pasti ada, ini wajar mengingat ia berasal dari keluarga yang menjadi sorotan publik. Namun upaya ini harus tetap dilakukan, karena Andika mau tidak mau, suka atau tidak suka pasti akan "diserang" dari sisi history keluarganya, Namun, isu ini pasti sudah ada penangkalnya, mengingat keluarga Andika sudah beberapa kali Pilkada dan terbukti sukses mengantisipasi serangan ini.

Sejauh ini penulis melihat aktivity branding Andika cukup berjalan dengan baik, kendati belum memunculkan efek WOW. Efek WOW ini penting agar Andika tidak dipandang sebelah mata oleh sebagian besar masyarakat. Beberapa aktivitty branding Andika yang saya lihat diantaranya, Andika didekatkan dengan pemilih stylish, kelas menengah yang tidak begitu intens soal politik, tapi memiliki kemauan ingin partisipasi dalam politik, kaum urban, ibu-ibu dan pemilih pemula. Gaya campaignnya pun lebih modernis dan dekat dengan kelas menengah, terutama anak-anak muda dan kaum ibu.

Hanya saja, seperti yang saya katakan di atas belum ada campaign yang memberikan efek WOW. Mungkin ini PR bagi tim sukses Andika dalam waktu empat bulan mendatang. Personal Branding Andika memiliki pengaruh berarti bagi WH, karena WH akan lebih banyak dengan konten-konten serius, mulai dari tata kelola pemerintahan, manajamen APBD dan birokrasi serta lainnya. Sedangkan untuk konten-konten komunikasi yang ringan diambil alih Andika. Menurut saya ini perpaduan yang ideal, karena bagaimana pun pemilih kita tidak sepenuhnya ingin mendengarkan yang berat-berat, namun ditampilkan dengan konten-konten ringan.

Lalu bagaimana dengan Personal Branding Embay Muya Syarief. Sebelum ia maju di Pilkada, Embay secara tersirat sudah memiliki personal branding sendiri, yaitu sebagai Jawara Putih. Brand ini memang belum teruji secara utuh karena Embay belum pernah masuk dalam pemerintahan. Dan Pilkada ini adalah momentum ujian Embay, karena dia akan memasuki arena yang memiliki karakter khusus, karakter ini berbeda dengan arena yang selama ini ia lakoni, yaitu di luar pemerintahan.

Pengakuan ini pernah diungkapkan Embay, bahwa dia selama ini hanya di luar pemerintahan dan saatnya masuk dalam pemerintahan. Personal branding sebagai Jawara Putih juga memiliki pengaruh berarti bagi Rano yang kental dengan nuansa merahnya.Baca Juga Personal Branding WH VS Rano. Kekentalan Rano dengan Merah cukup berisiko jika tidak diminimalisir, karena Banten memiliki karakter yang kuat soal isu agama.

Personal Branding Embay memang harus melalui tahap ujian yang lebih serius, terutama ketika ia berhadapan dengan kaum urban, kelas menengah yang stylish dimana gaya hidup mereka tidak lagi mengacu pada agama dengan tampilan ulama semata, namun ia lebih menyukai tampilan Agama yang modernis, moderat, gaul dan stylish. Pada posisi ini Embay agak kesulitan jika ia tampil sendiri, tanpa dibantu oleh tim yang dekat dengan kaum ini, dan di titik inilah tim sukses akan lebih banyak berperan.

Apalagi, sebagian personal branding dengan konten agamis juga diambil oleh pasangan WH-Andika. WH bisa menjual komitmennya perihal konten religius saat ia menjabat sebagai Walikota Tangerang dengan penerbitan beberapa Peraturan Daerah (Perda) yang kental dengan nuansa syariah. Pada konteks ini ia agak sulit diserang karena telah ada bukti empirisnya.

Kemampuan Tim Embay akan diuji pada area ketika memasuki pemilih dengan karakter yang saya sebutkan di atas. Jika Tim memiliki keterampilan, cekatan dan mampu membuat aktivity branding yang mampu mengkonfirmasi bahwa sosok Embay kepada mereka maka bisa menjadi entry point.

Di ujung tulisan saya hanya ingin mengatakan bahwa mengkonfirmasi personal branding calon itu sangat penting, karena dari sini pemilih bisa melihat dengan jelas perbedaan apa yang bisa meyakinkan pemilih. Kasus-kasus pemilihan yang telah dilakukan sebelumnya sudah teruji, diantaranya kemenangan Airin Rachmi Diany, dimana ia lebih banyak memberikan pesan emosional daripada isu yang berat-berat, Baca Juga Dibalik Kemenangan Airin. Kemenangan Jokowi dengan tagline Jokowi Adalah Kita juga menjadi bukti betapa pentingnya mengkonfirmasi Personal Branding calon, tagline ini terus terang sangat mengena karena dilihat dari wajah yang ndeso, performance tampilan fisik Jokowi menggambarkan sebagian besar rakyat Indonesia,


Penulis,Karnoto
Brand Konsultan



Sabtu, 29 Oktober 2016

Uji Branding Ridwan Kamil

Unknown
Musibah banjir di Kota Bandung, Jawa Barat, tidak bisa dilihat dari sisi kekuasaan sang pencipta semata.Namun juga bisa dilihat dari sisi humanisme Ridwan Kamil. Bagi saya ini adalah ujian branding Ridwan Kamil, yang selama ini dikenal walikota kreatif, responsif dan tidak kehabisan akal untuk mengatasi semua masalah yang ada.

Ujiannya cukup keras dan jika Ridwan salah langkah bisa mematikan branding yang selama ini ia dapatkan. Jika ia lulus dalam uji branding ini maka ia banyak mendapatkan apresiasi dari publik. Bukan hanya warga Kota Bandung, melainkan warga di Indonesia termasuk saya.

Pada banjir pertama, Ridwan cukup cekatan dan meresponnya dengan cepat dan baik, terutama ia mampu membangun empati dari masyarakat dengan mengucapkan permohonan maaf. Pengakuan ini sederhana, tapi berarti bagi warga. Ini menandakan bahwa Ridwan mengakui bahwa sehebat apapun dirinya, ia hanyalah seorang manusia yang memiliki sisi kelemahan. Pengakuan permohonan maaf juga membuat warga Kota Bandung masih bertahan untuk tidak menghakimi Ridwan, apalagi memberikan stigma buruk kalau Ridwan gagal.

Warga Kota Bandung sepertinya memaklumi bahwa itu di luar kendali manusia, kendati juga mengakui bahwa ada yang belum digarap oleh sang walikota yaitu masalah drainase. Meski demikian, warga Kota Bandung dengan stylish sang walikota masih diberikan waktu, sehingga mereka pun masih memberikan kepercayaan kepada Ridwan Kamil dengan syarat agar segera memperbaiki semua penyebab human error tersebut.

Mampukah Ridwan Kamil mempertahankan personal branding sebagai walikota yang kreatif, solutif dan cepat memberikan jalan keluar terhadap segala masalah yang ada di Kota Bandung? Jika ini mampu dilakukannya maka Ridwan lulus ujian dan ia akan naik level menjadi pemimpin di ruang yang lebih besar lagi. Sebaliknya, jika ia gagal maka segala keberhasilan dan branding Ridwan akan terhapus dalam waktu sekejap.

Penulis,
Karnoto
Branding Konsultan

Rabu, 26 Oktober 2016

Irna Narulita On Twitter

Unknown
Pasca ditetapkan menjadi Bupati Pandeglang, ada yang berbeda cara Irna Narulita mengelola sosial media, khususnya twitter. Irna terlihat lebih agresif menggunakan twitter untuk memerintahkan anak buah, merespon masukan dari warga serta mempublikasikan aktivitasnya sebagai kepala daerah.

Saya tidak tahu, apakah akun twitter @IrnaDimyati99 itu dikelola sendiri, mulai dipegang, twitt sampai membalas twit dari orang lain. Namun, terlepas dari itu semua, Irna tampak cerdik dalam memanfaatkan teknologi informasi tersebut. Irna sepertinya ingin meniru gaya komunikasi selaku kepala daerah seperti yang dilakukan Ridwan Kamil, Walikota Bandung dan Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah.

Meniru yang baik tentu adalah kebaikan, apalagi memiliki manfaat yang besar bagi pengelolaan daerah. Irna selalu mengupload semua kegiatan terkait statusnya sebagai Bupati Pandeglang, daerah yang terkenal dengan julukan sejuta santri. Daerah ini juga terkenal dengan pariwisatanya, terutama Ujung Kulon.

Mulai dari pelantikan, razia miras, kunjungan ke perdesaan nyaris tidak ada yang terlewatkan di twitter. Tentu lengkap dengan tampilan hijab sederhananya membuat Irna terlihat dengan wanita cantik yang pintar. Namun, sayangnya, twits yang sejauh ini diupload masih kental dengan ceremonialnya. Hanya yang membedakan sarananya, jika selama ini hanya melalui koran atau majalah sekarang menggunakan sosial media.

Ini berbeda dengan Ridwan Kamil, yang terlihat lebih "bernyawa" dan spontanitas selain juga ada twits yang resmi. Salah satu contohnya adalah, saat Ridwan mengayuh sepeda lalu melihat ada warga melawan arus, Ridwan pun langsung mensetop warga tersebut dan meminta ia pus-up. Kontan saja, aksi sang walikota sekaligus arsitektur ini menjadi trending topik di netizen.

Mungkin apakah karena twitter Ridwan langsung dipegang sendiri, sedangkan Irna ada orang khusus yang mengendalikan twitter atasnama Irna. Meski demikian, saya tetap berbaik sangka bahwa andaikan benar akun Irna dipegang olah orang lain, mungkin karena saking sibuknya atau paling tidak kita memberikan penghargaan ini sebagai permulaan.

Teknologi informasi, seperti sosial media (twitter) tidak lagi bisa dimanfaatkan untuk kepentingan promosi produk komersial, namun bisa dimanfaatkan untuk koordinasi, pengaduan masyarakat dan sosialsiasi program oleh seorang kepala daerah.

Penulis,
Karnoto

Adu Branding Rano VS Wahidin

Unknown
Kemenangan calon kepala daerah salah satunya ditentukan oleh kekuatan Personal Branding Calon
---Hanta Yuda---

KPUD Propinsi Banten telah menabung gong pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten beberapa pekan lalu dan dua pasangan calon pun telah mengambil nomor urut. Pasangan Wahidin-Andika mendapatkan nomor urut satu dan Rano-Embay mendapat nomor urut dua. Saya tidak akan membicarakan perihal nomor urut karena sudah dibahas pada tulisan sebelumnya yang berjudul Antara Salam Dua Jari dengan Angka Satu Pasti.

Kali ini saya ingin mengulas strategi personal branding Calon Gubernur Banten, yaitu antara Rano dan Wahidin. Saya bahas personal branding Rano lebih dahulu, karena dia  calon petahana. Penulis melihat, sejauh ini personal branding Rano tidak tampak jelas kendati dia adalah petahana. RK  tidak seberani koleganya sesama kader PDIP di Jawa Tengah, yaitu Ganjar Pranowo yang ketika mencalonkan diri menjadi Gubernur Jawa Tengah.

Saat itu Ganjar dibranding sebagai sosok calon yang anti korupsi dan komitmen untuk tidak akan melakukan hal itu saat terpilih menjadi Gubernur Jawa Tengah. Ganjar cukup berani dengan branding anti korupsi dan tidak membohongi. Personal branding Ganjar ketika itu diracik dan menghasilkan tagline Ora Korupsi, Ora Ngapusi (Tidak Korupsi, Tidak Membohongi). Sementara RK tidak cukup berani mengusung personal branding anti korupsi, kendati ia sebagai Gubernur Banten beberapa waktu lalu menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Boleh jadi itu bagian dari aktivasi personal brandingnya RK, namun sayang hal itu tidak diterjemahkan dalam aktivitas kampanye RK, baik melalui event, publikasi dan advertising. RK memilih menggunakan tagline Banten Bangkit, yang menurut penulis kurang menggigit.

Padahal, isu korupsi ini cukup seksi di Banten pasca maraknya pejabat di Banten yang tertangkap KPK. Kedua, Rano juga seperti mengurangi dominasi warna merah dalam aktivitasi branding yang dilakukan melalui advertising. Billboard RK menggunakan warna background putih. Prediksi penulis, dominasi merah di wilayah Banten Barat mungkin dinilai memiliki risiko tinggi mengingat Banten adalah daerah agamis, ditambah isu Agama saat ini cukup mendapatkan perhatian publik pasca statement Ahok soal surat Al Maidah:51, dimana PDIP sebagai pengusung utama menjadi icon Ahok. Mungkin karena alasan ini pula RK memilih Embay Mulya Syarief sebagai representasi pemilih agamis.


Walaupun Golkar juga menjadi pengusung Ahok, tapi publik lebih lekat bahwa Ahok-Jarot adalah jagoan PDIP. Ditambah lagi, pada Pilpres 2014 lalu, ada riak-riak yang cukup menyengat dengan salah satu kader PDIP Ribjka Ciptaniang, yang menulis buku "Aku Bangga Jadi Anak PKI". Buku Ribjka cukup kontroversial dikalangan umat muslim.

Sejauh ini penulis melihat strategi Personal Branding RK tidak menggigit, sehingga masih terlihat garing. Hanya simbol Salam Dua Jari yang saat ini lebih tenar ketimbang Personal Branding RK sendiri. Padahal efek Salam Dua Jari yang merupakan hasil jiplakan Jokowi saat kampanye Pilpres tidak menjamin ketertarikan warga secara emosional, seiring dengan kinerja Jokowi yang belum begitu memuaskan publik.

Entah, strategi Personal Branding apa yang sedang dilakukan tim sukses RK. Yang pasti penulis sampai sekarang baru melihat dua hal itu, yaitu mengurangi dominasi red colour pada aktivasi branding melalui adveritising dan soal angka Salam Dua Jari. Brand itu penting, karena dari brand inilah segala aktivasi kampanye bisa berjalan dengan baik.

Brand sebagaimana dikatakan sejumlah ahli adalah janji yang disampaikan secara spesifik dan konsisten kepada penjual (Kotler, Armstrong). Brand juga bisa diterjemahkan sebagai ide, kata, desain grafis dan suara yang mensimbolisasikan produk, jasa dan perusahaan yang memproduksi produk dan jasa tersebut (Janita).

Lalu bagaimana Personal Branding Wahidin?. Sebelas dua belas dengan RK. Wahidin pun sejauh ini tidak begitu tegas mengkristalkan Personal Brandingnya. Padahal WH memiliki highlight sebagai mantan Walikota Tangerang yang sukses melakukan reformasi birokrasi. Sayang, highlight ini tidak masif dikampanyekan melalui konten-konten aktivitasi brandingnya WH.

Penulis hanya melihat konten Mari Bersama Membangun Banten, padahal slogan ini kental seperti sudah menjadi hak milik keluarga Andika. Personal Branding WH justru lebih mengigit dan heroik saat berpasangan dengan Irna Narulita melawan Atut-RK. Ketika itu WH mengusung tagline perubahan'Tagline ini  mirip dengan yang pernah dibawa Barack Obama pada Pilpres pertamanya Change, We Can.

Karena dua-duanya belum terlihat Personal Branding yang menggigit maka pointnya masih 0-0, Mungkin ini PR para tim sukses masing-masing, sebab bekerja dalam aktivitas kampanye akan ngacak kalau Personal Branding sang calon belum dicreat dengan baik. Konten komunikasi politik tidak fokus, begitu pula dalam aktivasi branding melalui iklan, baik indoor maupun out door juga sumir karena terkesan sesuka-sukaya, stylish calon juga belum ada karakternya.Masih ada waktu untuk segera mengatur personal branding sang calon.

Semoga ke depan publik makin melihat secara jelas diantara kedua tokoh ini, apalagi ini Head to Head. Biasanya kalau Head to Head perbedaanya cukup mencolok dan terlihat kasat mata, namun kali ini tidak begitu terlihat.

Penulis,
Karnoto


Antara Salam Dua Jari dan Satu Angka Pasti

Unknown
Brand Cemerlang itu mengerti keinginan audience utamanya.
--Amalia E. Maulana--

Beberapa hari lalu dua pasangan calon Gubernur Banten telah mengambil nomor urut, hasilnya pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy mendapatkan nomor satu sedangkan Rano Karno-Embay Mulya Syarief mendapatkan nomor urut dua. Usai pengambilan nomor, masing-masing calon plus pendukungnya ramai-ramai upload nomor urut yang diperoleh tersebut. RK-Embay mendapatkan nomor urut dua langsung mengadopsi "Salam Dua Jari". 

Salam ini pernah popular saat dipakai Jokowi-JK ketika kampanye dua tahun lalu pada Pilpres 2014. Sementara itu, WH-Andika pun tidak mau ketinggalan dengan lawannya, mereka pun mengkonfirmasikan kepada khalayak bahwa angka satu sebagai simbol kepastian. Teori Marketing Communication Advertising, yang sebelumnya hanya dipakai untuk produk-produk komersial kini menjadi trend.

Trend Marcomm Advertising ini dipouplarkan ketika Barack Obama mencalonkan diri sebagai Presiden Amerika Serikat beberapa tahun silam. Lalu mulai diadopsi pada Piplres ketika SBY maju sebagai calon Presiden RI ketika itu.  Sejak saat itu, teori perihal personal branding, tagline menjadi begitu popular dijagad politik tanah air.

Pada periode pertama, Obama memakai tagline Change, We Can, lalu pada pencalonan  kali keduanya ia ubah menjadi Foward atau dalam bahasa kita Lanjutkan, tagline ini pula yang kemudian dicontek habis oleh SBY pada Pilpres periode kedua saat ia mencalonkan diri. Dan sampai sekarang gaung Personal Branding masih menjadi perhitungan para kandidat. Kembali ke Pilkada Banten, suhu Pilkada di Banten yang akan dilakukan pencoblosannya pada Februari 2017 mendatang memang tidak sepanas Pilkada DKI.

Pilkada DKI tidak cuma panas, tapi juga mengaduk-aduk perasaan, emosi masyarakat DKI, khususnya pasca petahana Basuki Cahaya Purnama atau Ahok Zhong Wanxue (nama Tionghoa Ahok) melemparkan bola panas perihal Surat Al Maidah:51. Sampai-sampai Din Samsudin mengatakan bahwa Pilkada DKI kali ini cukup ekstrim.

Sementara di Pilkada di Banten relatif damai, meski tetap ada riak-riak tetapi tidak sepanas di DKI. Padahal Pilkada kali ini Head to Head, dan biasanya kalau Head to Head suasananya cukup panas, karena masyarakat dihadapkan pada dua pilihan secara jelas. Artinya kalau tidak memiliki WH-Andika, berarti pilih RK-Embay. Hawa panasnya masih kalah ketka Ratu Atut Chosiyah melawan Zulkieflimansyah-Marisahaque.

Saya tidak akan membahas suasana Pilkadanya, tetapi ingin share perihal nomor urut dua pasangan ini. WH-Andika merasa diuntungkan dengan nomor urut satu, selain dinilai angka kepastian, angka satu juga dinilai memudahkan pemilih. Sementara itu, RK-Embay juga merasa diuntungkan dengan nomor urut dua karena tidak perlu repot-repot memikirkan cara mengkampanyekan.

Berapapun nomor urut mereka, peran tim sukses menjadi urgen dan kreativitasnya menjadi pertaruhan. Sebab dari sisi kekuatan keduanya sama-sama memiliki peluang menang. Pertanyaanya, apakah  RK-Embay dengan salam dua jarinya mampu mensukseskan mereka atau gagal, Sebab menjiplak stylish kampanye tidak selalu sukses, seperti yang pernah dialami Rieke Dyah Pitaloka saat mengadopsi kemeja kotak-kotak pada Pilkada Jawa Barat. Rieke yang berpasangan dengan Teten Masduki KO dengan Ahmad Heryawan-Dedy Mizar dengan simbol kancing merah di dada.

Mungkin karena alasan ini pula RK tidak menggunakan kemeja kotak-kotak, Entahlah, karena masalah itu belum ada yang menanyakan dan RK sendiri belum menyampaikan perihal itu. Pengalaman pahit Rieke di Jawa Barat sepertinya membuat RK berpikir ulang menggunakan kemeja kotak-kotak. Apalagi waktunya sudah terpaut cukup lama, sementara Rieke yang ketika itu masih anget-angetnya saja kalah dengan kancing merah milik Heryawan.

Meski tidak atau belum menjiplak kemeja kotak-kotak, pada akhirnya RK tetap menjiplak campaign Jokowi dengan Salam Dua Jari. Nomor urut ini memang bukan dari personal branding mereka, tapi tetap menjadi bagian aktivity branding. Angka tersebut hanya perihal artikulasi agar mudah cerna masyarakat.

Sementara itu, WH-Andika sepertinya tidak menghiraukan soal angka, maka mereka pun tidak memiliki artikulasi khusus tentang angka satu, Pasangan ini hanya mengatakan bahwa angka satu adalah angka kepastian, mereka lebih fokus terjun dari satu kampung ke kampung lain. Maklum, WH adalah calon gubernur yang sudah puluhan tahun mengenal perilaku pemilih. Sebab dia memulai karir dari lurah, sehingga paham betul psikografis pemilih di Banten, khususnya Tangerang.

Siapa diantara dua pasangan ini yang terpilih, kita sama-sama menunggu hasil pemilihan. Waktu masih lumayan panjang, strategi pun masih punya ruang untuk diadu. Keterlibatan Tim Sukses dalam mensukseskan calon mereka menjadi pembuktikan siapa diantara mereka yang memiliki strategi paling jitu meyakinkan pemilih, Dan yang pasti kemenangan calon bukan hanya pada urusan angka, tapi banyak variabel yang menentukan, diantaranya sejauhmana kemampuan tim sukses mengkonfirmasi Personal Branding para calon kepada pemilih. Personal Branding ini yang  menjadi acuan komunikasi politik mereka, iklan mereka, konten mereka dan stylish mereka. Selamat Memilih!

Penulis:
KARNOTO
Konsultan Brand di Maharti
www.mahartibrand.com


Minggu, 23 Oktober 2016

35 Contoh Tagline Ternama di Dunia

Unknown
Tagline adalah alat pemasaran yang kuat untuk memotivasi pelanggan mendukung sebuah merek. Tagline yang baik adalah yang dapat langsung dikenali oleh audiens. Tagline merupakan slogan atau frasa yang dibuat para pengiklan dalam bentuk visual maupun verbal yang mengungkapkan betapa pentingnya manfaat dari produk tertentu.

Cara membuat slogan

Untuk membuat tagline yang sempurna, terlebih dahulu Anda harus memikirkan audiens. Siapa sajakah mereka? Pelanggan, konstituen, atau masyarakat pada umumnya. Tentunya Anda menginginkan sebuah pesan menarik yang mencerminkan bagaimana Anda ingin dianggap. Sebuah tagline ringkas dan kuat dapat mengomunikasikan pesan Anda.


Tagline bisnis yang baik biasanya tidak datang begitu saja. Anda harus menuliskan beberapa ide. Setelah itu, Ada baiknya Anda “bermain” dengan ide-ide tersebut di kepala Anda selama seminggu atau lebih.

Brainstorming adalah cara lain untuk menghasilkan ide-de kreatif baru. Manfaatkanlah teman, keluarga atau rekan Anda. Jangan merasa frustasi jika Anda tidak segera menemukannya, karena untuk menjadi kreatif membutuhkan waktu. Tapi ingat, setiap orang dapat membuat tagline hebat, yang dibutuhkan adalah ide sederhana untuk memulai.

Cari bantuan untuk membuat tagline sempurna

Carilah perusahaan di luar sana yang dapat membuat tagline yang sesuai dengan perusahaan Anda. Namun, pastikan Anda melakukan pekerjaan rumah terlebih dahulu sebelum memesan sebuah paket.

Hal ini penting untuk memberitahu tagline seperti apa yang diinginkan – serius, lucu, atau lainnya. Anda juga harus memberikan latar belakang singkat mengenai perusahaan atau proyek yang Anda tangani dan apa yang ingin disampaikan dari tagline tersebut.

Semakin banyak informasi yang Anda berikan, perusahaan pengembang tagline akan dapat membuat tagline terbaik yang mudah diingat dan kreatif bagi perusahaan Anda.

Berikut 50 perusahan dengan slogan kreatif dan menarik:

LG – “Life’s Good”
Apple – “Think Different”
Harley Davidson – “American by birth Rebel by Choice”
Lego – “Play On”
Panasonic – “Ideas for Life”
Reebok – “I am what I am”
Walmart – “Save Money, Live better”
Red Cross – “The greatest tragedy is Indifference”
Fortune Magazine – “For the men in charge of change”
McDonalds – “I’m lovin it”
Levi – “Quality never goes out of style”
Nike – “Just Do It”
Nokia – “Connecting People”
Sony – “Make Believe”
Kentucky Fried Chicken – “Finger Lickin good”
Electronic Art – “Challenge Everything”
Olympus – “Your Vision. Our Future”
Burger King – “Have it Your way”
Visa – “Its Everywhere you want to be”
Coca-Cola – “Twist Cap to Refreshment”
Jaguar – “Grace, space, pace”
Diesel Jeans – “Be Stupid”
Ebay – “Buy it. Sell it. Love it”
Energizer – “Keeps going and going and going”
L’Oreal – “Because you’re worth it”
Nikon – “At the Heart of the image”
Google – “Don’t be Evil”
3M – “Innovation”
Canon – “See what we mean”
Volkswagen – “Think Small”
Fedex – “When there is no tomorrow”
IBM – “Solutions for a small planet”
Disneyland – “The happiest place on earth”
Adidas – “Impossible is Nothing”
AT&T – “Reach Out and Touch Someone”

Itulah beberapa slogan menarik dan kreatif dari beberapa perusahaan terkemuka dunia. Jika Anda terus mencarinya, masih banyak slogan-slogan menarik dan kreatif di luar sana.

Sumber: http://www.marketing.co.id/

CLIENT